Friday, 13 August 2010

My Word, My World Season 2

Episode 5: “The Couples”

Gorry bersiap untuk lari. Tapi Ray lebih cepat. Dia mencengkram tangan Gorry dengan kuat. “Er…” kata Gorry. “Kukira kau adalah temanku,” kata Ray. “Tapi—“ bantah Gorry. “Teman tidak akan melakukan ini, Gorry,” kata Ray. Anna memandang Gorry. “Daripada kalian bertengkar, lebih baik kau, Gorry, diam saja. Jangan sampai orang lain tahu,” kata Anna. Gorry terdiam. “Aku—aku minta maaf,” kata Gorry. Ray memandangnya. Dia menundukkan kepalanya. “Iya. Sebaiknya kau diam,” kata Ray. Gorry memandang mereka penuh arti, kemudian, dia menunduk. Ray memandangnya. “Bukan salahmu,” katanya seramah mungkin, padahal dia sangat kesal. Anna kemudian tersenyum, dan pergi. Ray bangkit berdiri dan pergi.
Gorry memandang temannya. Dia merasa sangat bersalah. Kemudian, dia juga pergi. Dia berjalan menuju gerbang. Dia menunduk ke bawah terus. Kemudian, dia dikagetkan karena dia menabrak seseorang. “Sorry, sorry!” katanya, kemudian menatap ke muka orang itu. “There?” tanya Gorry. “Er—apa aku kenal kamu?” tanya There. “Er—gak, cuma aku yang kenal kamu,” kata Gorry. “Kalau kamu kenal aku, seharusnya aku juga kenal kamu,” kata There. “Er- it’s doesn’t matter,” kata Gorry, kemudian dia berlari pergi. Gorry memandang ke belakang. “Fiuh! Hampir saja!” kata Gorry, kemudian dia berlari lagi.
Sementara itu, Ray dan Anna sedang berduaan. Mereka berjalan bersama, tak menentu arahnya. “Kok bisa, ya, Gorry melakukan itu?” tanya Ray. “Aku juga nggak tahu,” kata Anna. Mereka berjalan melewati koridor kelas, kemudian mereka berpapasan dengan Radit dan Anggita. “Hei, kalian sedang—ups,” kata Anna dan Ray. “Anna, ayo kita jalan – jalan,” kata Anggita. Radit membuat isyarat agar aku ikut dengannya. “Er—bye..” kata Ray. Anna dan Anggita berjalan pergi. “Jadi, baru jadian?” tanya Radit. “Ya… semacam itu, deeh!” kata Ray. “Hmm, gitu ya…” kata Radit. “Gimana kamu sama Anggita. “Ya… gitu deh!” kata Radit.
Mereka berjalan menuju ujung koridor. “Ehm, aku mau pergi dulu, ya, dah!” kata Ray, kemudian dia berlari, dan bertemu di jalan dengan There. “WOW!” kata There. “Eh, maaf, aku gak sengaja, aku—“ kata Ray, tapi There bilang, “Gak apa – apa,” kemudian mereka berdua berlari ke arah yang berbeda. Ternyata, Ray mengejar  Gorry. “GORRY!” kata Ray. Tapi, panggilan itu tidak dijawab, karena Gorry sedang dalam masalah besar.
BERSAMBUNG

Tuesday, 10 August 2010

My Word, My World Season 2

Episode 4: “The First Love in The School”

Robert membantu Joe. “Apa yang terjadi, Joe?” tanya Robert. “Masalah. Adikku,” kata Joe. Kemudian, datang Emma. “Apa yang terjadi di sini?” tanya Emma. “Kecelakaan, Joe – Amy –Anda,” kata Ray. Anna keluar dari kelas. “Apa yang-“ kata Anna, kemudian, Ray mendekatinya. “Kecelakaan. Joe – Amy – Anda,” kata Ray. Gorry membantu Joe juga. Emma berhadapan dengan Gorry. “Tunggu. Kau seperti—Greg,” kata Emma. “Mungkin, tapi Greg sudah pindah sekolah, dan—ya, begitulah.” Gorry kemudian pergi. “Ada yang aneh dengan Gorry,” kata Ray. “Ray, kamu anak baru?” tanya Anna. “Iya,” kata Ray singkat. “Em, Anna, bisa ketemuan pulang sekolah?” tanya Ray. “Di mana?” tanya Anna. “Di—taman,” kata Ray, kemudian berlalu.
Emma melihat ke arah Ray, kemudian dia pergi. Anna juga. Robert melihat Joe. “Kebiasaan lama. Terlambat,” katanya. Kemudian, dia pergi. Di situ tinggal Amy dan Joe. Mereka berpandangan. “Hi, Amy,” kata Joe. “… (bahasa Israel)” kata Amy. Amy adalah seorang imigran Israel, dan dia sudah tinggal di Indonesia hampir tujuh tahun. Amy memandang Joe, kemudian pergi. Joe berbalik, dan masuk ke kelas.
Pelajaran selanjutnya membosankan. Semua mengantuk. Itu adalah pelajaran Fisika. “Jadi, satuan – satuan SI adalah, bla, bla, bla.” Semua tidak konsetrasi. Ada yang bermain pesawat dari penggaris dan bolpen, ada yang macam – macam lainnya. Ray yang paling tidak konsentrasi. Matanya tertuju pada Anna yang sibuk mencatat apa yang bapak tulis. Sementara itu, Gorry setengah tertidur. “Wow,” kata Ray. Akhirnya bel berbunyi. Setelah mereka berdoa, Ray cepat – cepat keluar dari kelas, menuju kantin. Gorry mengejarnya.
“Hei, Gorry. Eem, ada apa kau mengikutiku?” tanya Ray. “Er- kau mau apa?” tanya Gorry. “Urusan penting. Dua puluh menit lagi aku akan kembali,” kata Ray, kemudian dia berlari menuju taman. Gorry melihatnya. Dengan diam – diam, dia mengikuti Ray. Sementara itu, Ray sudah sampai di taman. Dia memetik beberapa bunga, dan merapikan pakaiannya. Anna, seperti yang dijanjikan, datang. “Hi, Ray. Ada apa?” tanya Anna.
Ray memberinya bunga. “Ehm, ini ada apa?” tanya Anna. “Er, Anna, aku suka kamu, mau gak kamu jadi pacar aku?” tanya Anna. Gorry yang mengikuti Ray terkaget. “Ray--?” kata Gorry berbisik. Dalam hati, Gorry mengakui bahwa sulit menolak cowok seperti Ray itu. baik hati dan pintar. Gorry deg – degan. “Apa yang akan dikatakan oleh Anna?” tanya Gorry.
Gorry melihat Anna. Setelah diam beberapa saat, Anna akhirnya berbicara. “Em, ya, aku mau!” kata Anna. Gorry terbelakak. Kemudian dia berteriak, “APA?” Ray dan Anna melihatnya.
BERSAMBUNG

My Word, My World Season 2

Episode 3: “Ketika Joe Datang Lagi”

Dia berjalan masuk. Kakinya diseret. Beberapa anak tertawa, beberapa tidak. Akhirnya, dia duduk di meja guru. “Selamat… Pagi, ya sekarang?” tanyanya. Semua mengangguk. “Kalian wayang golek?” tanyanya. Semua menggeleng. “Ya udah, jawab doong!” katanya. “TIDAK,” kata kami serempak. Ya sudah. Kita mulai pelajaran. Nama saya Yoga, kalian bisa panggil saya Yoga. Sekarang kita mau muali pelajaran. Bla, bla, bla, bla…” Pak Yoga mengoceh terus. Beberapa perkataannya membuat kami tertawa, beberapa lagi membuat kami terdiam. Dia adalah guru yang dapat mengejek, bukan melucu. Tapi, semua orang bilang dia pandai melucu. Satu hal yang kita berbeda dari guru lain: dia membebaskan kami. Kami diberi kebebasan untuk melakukan apa saja. Bahkan, Ray kini berpindah tempat ke tempat Tito, bertemu Gorry. “Kadaang menyenangkan, ya.” Ray kemudian melihat ke arah kertas di meja Gorry. “I love… Jose?” tanya Ray. Gorry melihatnya, kemudian berkata, “Ssst!” katanya . “Ooowh,” Ray pura – pura mengunci mulutnya. “Eh, kenapa gak nembak aja sekalian?” tanya Ray. “IIh lu gila apa?” tanya Gorry. “Hmm, gimana, ya?? Gak, kok.” Ray melihat jam. Ah, masih lama, katanya dalam hati. “Kenapa gak nembak?” tanya Ray lagi. “Begini, ya,” Gorry menjelaskan. “Kita itu baru aja masuk, naaah, lu udah suruh gue nembak lagi?? Sinting kali yee?” tanya Gorry.
“Ya… bisa aja… lagi pula, kan kayak kamu waktu sama si Tika…” kata Ray. “Eh, please deh. Jangan diinget lagi yang itu…” kata Gorry. “Oh, iya. Pengalaman buruk dalam bercinta. Cirri – cirinya kamu. Selalu dipatahin hatinya. Wkwkwkwk, kasihan…” kata Ray. Gorry memberi muka dingin. “Hei, aku gak kepanasan, jadi jangan masang muka dingin kayak gitu, doong!” kata Ray. “Ugh!”  kata Gorry.
“CUKUP! KEMBALI KE TEMPAT!” kata Pak Yoga tiba – tiba. Ray kembali ke tempatnya. “Daah!” kata Pak Yoga, kemudian pergi. “Freak,” gumam Ray. Kemudian, mereka melanjutkan beberapa pelajaran, dan beristirahat. Saat keluar dari kelas, ada keributan.
Amy bertengkar dengan Anda. “Eh! Kalau jalan liat – liat!” kata Anda. “Ya maaf atuuh…” kata Amy. “Jalan teh pake pantat, ya?” tanya Anda. “Eh! Kamu teh kalau ngomong yang bener atuh!” bantah Amy. “Gimana mau ngomong yang bener? Orang kamunya aja nyebelin!” kata Anda. “Ih! Kamu teh!” kata Amy. “Tau, gak? Kamu ngingetin aku sama Joe waktu dulu. Sekarang, siih… dia udah pergi!” kata Anda. “Pergi? Meninggal?” tanya Amy. “Gak, pindah! Kamu kenal sama Joe?” tanya Anda. “Gak,” kata Amy gugup. Kemudian, datang Joe, tertatih – tatih. “JOE?” teriak Ray.
Joe tertatih – tatih, kemudian dia terjatuh. “Astaga, mengulang masa lalu,” kata Gorry. “Kamu kenal Joe?” tanya Anda. “Iya, dulu dia temen lesku,” kata Gorry. Anda melihat Gorry. “Kamu murid baru?” tanya Anda. “Gak, kok.” Gorry menelan ludah.
BERSAMBUNG

My Word, My World Season 2

Episode 2 : “All About Us”

Bola tersebut mengenai muka Gorry. “Owh… sakit deh, kayaknya…” kata Ray. “Aw…” kata Gorry. “Tuh, kan… nasibmu apes banget hari ini…” kata Ray. “Iya deh terserah” jawab Gorry masam. “Sabar, ya. Orang sabar disayang Tuhan,” kata Ray. “Ngejek?” tanya Gorry. “Gak.” Ray kemudian berjalan menjauhi Gorry. Gorry melihat ke arah Anna, Rayli, Jose, dan Tina yang sedang bermain basket. “DAAR!” teriak Ray mengagetkan Gorry. Gorry terlompat, dan, Ray tertawa. “Maaf, gak bermaksud… ayolah.. sudah mau bel!” kata Ray, kemudian, saat dia jalan, Andy berada di depannya. “Oh, Andy… Emm, dah!” kata Ray sambil menarik Gorry. Andy melirik kearahnya, dan pergi menjauh.  “Ray, apaan siih?” tanya Gorry. “Gini, aku mau tanya. Kamu lagi ngeliatin si Jose, ya?” tanya Ray. “Er-“ jawab Gorry. “NGAKU!” teriak Ray. “Oke, deh, iya!” kata Gorry. “Aha! Aku pintar!” kata Ray. “Well, baru ajaaa, masuk udah suka sukaan… kenapa gak sekalian jadian?” tanya Ray. “Apa, siih?” tanya Gorry. “Gak kenapa – keNAPA!” kata Ray. Anna menabraknya lagi. “Eh, pikiranmu itu melayang ke mana sih, An?” tanya Ray. “Gak, kok. Gak kenapa – kenapa.” Anna kemudian berjalan pergi. “A-N-E-H” kata Ray. “Sama kayak kamu…” kata Gorry sambil pergi. Ray memasang muka dingin. “Terus, kenapa kalau aku aneh? Masalah?” tanya Ray. “Gak-AWAAS!” teriak Gorry. Ray yang berjalan mundur menabrak seorang cowo. “Eh---siah!” kata cowo itu. “Eh-“ kata Ray. “Duh, makanan gue jadi tumpah…” katanya. “Landro… maaf..” kata Ray. “Udah, lah. Gak apa – apa!” kata Landro sambil berlalu. “Freak,” kata Ray.
Akhirnya bel berbunyi. Ray dan Gorry berlari menuju kelas, dan duduk di tempatnya masing – masing. Ray duduk dengan Andre, dan Gorry duduk dengan Tito. Guru pertama masuk. Menurut kakak kelas, dia adalah guru paling menjengkelkan. Dia sering mengejek murid. Dan, kini, dia akan mengajar murid – murid untuk pertama kalinya.
BERSAMBUNG


My Word, My World Season 2

Episode 1 : “Hari Kepeleset”
Hari yang cerah. Semua murid berjalan memasuki kelas masing – masing, karena memang sudah bel. Mereka semua telah melewati Masa Orientasi Siswa atau MOS. Semuanya sibuk mengobrol. Berkenalan, dan lain sebagainya. kemudian, Ray berjalan menuju kelas, kemudian menuju Gorry.  “Apa kabar?” tanya Ray. “Baik!” jawab Gorry. Kemudian, Tika berjalan di depan mereka. Ray memandang Gorry. “Apa?” tanya Gorry. “Uuuh, menentang kejadian masa lalu!” kata Ray. Mereka berjalan ke arah pintu, tapi berhenti. Obrolan berhenti seketika. Seorang laki – laki seumuran mereka datang. Dia masuk ke pintu. “Ugh!” kata Ray, mengikuti gaya Hannah Montana saat diberi lobster di Hannah Montana The Movie. “Sorry,” kata cowok itu. “Gpp,” jawab Ray. “Namaku Andy,” katanya. “Oh. Hi Andy…” kata Ray seraya pergi. Kemudian, obrolan berdengung lagi di kelas. “Oh, apa sih bagusnya dia?” tanya Ray. “Siiiirik!” sindir Gorry.
Malang benar nasib Ray. Kali ini, dia di tabrak sampai jatuh oleh seorang cewe. “Oh! KALAU JALAN LIAT---“ omongan Ray terhenti ketika melihat cewe itu. “Sorry,” kata cewe itu. “Eh—gak apa – apa,” kata Ray canggung. “Aku Anna,” katanya. “Ray,” kata Ray, kemudian mereka berjabat tangan. Anna kembali berjalan menuju kelas. Ray berjalan dengan canggung. “Iiiih, kok canggung gitu sih jalannya?” tanya Gorry. “Gak apa – apa, pengen aja…” kata Ray. Dia melirik ke Anna. Kebetulan, mata mereka bertemu. “Hmm, aku ngerti. C-I-N-T-A pandangan peeertama!” kata Gorry. “So what?” tanya Ray. “Iiih marah!” kata Gorry, kemudian dia tertawa. “Ini masih hari pertama, jangan dulu—“ kata Gorry, tapi terpotong karena dia terpeleset. “Oh, your bad…” kata Ray. Ray memegang tangan Gorry, kemudian, dia mengangkatnya. “Iiih, dia kenapa?” tanya Jose. “Er—gak kenapa kenapa, kok Jose… Cuma kepeleset… kesalahannya sendiri…” kata Ray. “Ooo,” kata Jose, kemudian dia pergi bersama Tina. “Hati – hati deh, ini harusnya bernama hari kepeleset,” kata Ray. “Ugh, whatever!” kata Gorry.
Mereka berjalan terus, sampai ke lapangan. Kali ini, mereka berdua jatuh. “Oh! Gak bisa hati – hati, apa?” teriak Ray. “Maaf…”  kata Anna. “Eh—Anna,” kata Ray canggung. “Kena bola, kepeleset, hari yang indah untuk jatuh!” kata Gorry. Ray mencubit Gorry. “Hei… oh!” kata Gorry setelah melihat Anna. “Maaf, aku gak sengaja,” kata Anna. “ANNA, CEPET!” kata seorang di belakang. Dia Rayli, murid lama. Anna membantu mengangkat Ray. “Aku minta maaf,” kata Anna, kemudian dia pergi. “HEI! ORANG JATUH DI SINI!” kata Gorry. “Oh, ayolah Gorry, nasibmu apes hari ini,” kata Ray. “Kau kita aku saja?” tanya Gorry. “Hmm, iya…” kata Ray.
Kemudian, sebuah bola meluncur cepat ke arah mereka dan…  
BERSAMBUNG…
Tunggu kelanjutannya di Episode 2… tetap di My Word, My World Season 2!