Tuesday, 10 August 2010

My Word, My World Season 2

Episode 4: “The First Love in The School”

Robert membantu Joe. “Apa yang terjadi, Joe?” tanya Robert. “Masalah. Adikku,” kata Joe. Kemudian, datang Emma. “Apa yang terjadi di sini?” tanya Emma. “Kecelakaan, Joe – Amy –Anda,” kata Ray. Anna keluar dari kelas. “Apa yang-“ kata Anna, kemudian, Ray mendekatinya. “Kecelakaan. Joe – Amy – Anda,” kata Ray. Gorry membantu Joe juga. Emma berhadapan dengan Gorry. “Tunggu. Kau seperti—Greg,” kata Emma. “Mungkin, tapi Greg sudah pindah sekolah, dan—ya, begitulah.” Gorry kemudian pergi. “Ada yang aneh dengan Gorry,” kata Ray. “Ray, kamu anak baru?” tanya Anna. “Iya,” kata Ray singkat. “Em, Anna, bisa ketemuan pulang sekolah?” tanya Ray. “Di mana?” tanya Anna. “Di—taman,” kata Ray, kemudian berlalu.
Emma melihat ke arah Ray, kemudian dia pergi. Anna juga. Robert melihat Joe. “Kebiasaan lama. Terlambat,” katanya. Kemudian, dia pergi. Di situ tinggal Amy dan Joe. Mereka berpandangan. “Hi, Amy,” kata Joe. “… (bahasa Israel)” kata Amy. Amy adalah seorang imigran Israel, dan dia sudah tinggal di Indonesia hampir tujuh tahun. Amy memandang Joe, kemudian pergi. Joe berbalik, dan masuk ke kelas.
Pelajaran selanjutnya membosankan. Semua mengantuk. Itu adalah pelajaran Fisika. “Jadi, satuan – satuan SI adalah, bla, bla, bla.” Semua tidak konsetrasi. Ada yang bermain pesawat dari penggaris dan bolpen, ada yang macam – macam lainnya. Ray yang paling tidak konsentrasi. Matanya tertuju pada Anna yang sibuk mencatat apa yang bapak tulis. Sementara itu, Gorry setengah tertidur. “Wow,” kata Ray. Akhirnya bel berbunyi. Setelah mereka berdoa, Ray cepat – cepat keluar dari kelas, menuju kantin. Gorry mengejarnya.
“Hei, Gorry. Eem, ada apa kau mengikutiku?” tanya Ray. “Er- kau mau apa?” tanya Gorry. “Urusan penting. Dua puluh menit lagi aku akan kembali,” kata Ray, kemudian dia berlari menuju taman. Gorry melihatnya. Dengan diam – diam, dia mengikuti Ray. Sementara itu, Ray sudah sampai di taman. Dia memetik beberapa bunga, dan merapikan pakaiannya. Anna, seperti yang dijanjikan, datang. “Hi, Ray. Ada apa?” tanya Anna.
Ray memberinya bunga. “Ehm, ini ada apa?” tanya Anna. “Er, Anna, aku suka kamu, mau gak kamu jadi pacar aku?” tanya Anna. Gorry yang mengikuti Ray terkaget. “Ray--?” kata Gorry berbisik. Dalam hati, Gorry mengakui bahwa sulit menolak cowok seperti Ray itu. baik hati dan pintar. Gorry deg – degan. “Apa yang akan dikatakan oleh Anna?” tanya Gorry.
Gorry melihat Anna. Setelah diam beberapa saat, Anna akhirnya berbicara. “Em, ya, aku mau!” kata Anna. Gorry terbelakak. Kemudian dia berteriak, “APA?” Ray dan Anna melihatnya.
BERSAMBUNG

No comments:

Post a Comment