Episode 5: “The Couples”
Gorry bersiap untuk lari. Tapi Ray lebih cepat. Dia mencengkram tangan Gorry dengan kuat. “Er…” kata Gorry. “Kukira kau adalah temanku,” kata Ray. “Tapi—“ bantah Gorry. “Teman tidak akan melakukan ini, Gorry,” kata Ray. Anna memandang Gorry. “Daripada kalian bertengkar, lebih baik kau, Gorry, diam saja. Jangan sampai orang lain tahu,” kata Anna. Gorry terdiam. “Aku—aku minta maaf,” kata Gorry. Ray memandangnya. Dia menundukkan kepalanya. “Iya. Sebaiknya kau diam,” kata Ray. Gorry memandang mereka penuh arti, kemudian, dia menunduk. Ray memandangnya. “Bukan salahmu,” katanya seramah mungkin, padahal dia sangat kesal. Anna kemudian tersenyum, dan pergi. Ray bangkit berdiri dan pergi.
Gorry memandang temannya. Dia merasa sangat bersalah. Kemudian, dia juga pergi. Dia berjalan menuju gerbang. Dia menunduk ke bawah terus. Kemudian, dia dikagetkan karena dia menabrak seseorang. “Sorry, sorry!” katanya, kemudian menatap ke muka orang itu. “There?” tanya Gorry. “Er—apa aku kenal kamu?” tanya There. “Er—gak, cuma aku yang kenal kamu,” kata Gorry. “Kalau kamu kenal aku, seharusnya aku juga kenal kamu,” kata There. “Er- it’s doesn’t matter,” kata Gorry, kemudian dia berlari pergi. Gorry memandang ke belakang. “Fiuh! Hampir saja!” kata Gorry, kemudian dia berlari lagi.
Sementara itu, Ray dan Anna sedang berduaan. Mereka berjalan bersama, tak menentu arahnya. “Kok bisa, ya, Gorry melakukan itu?” tanya Ray. “Aku juga nggak tahu,” kata Anna. Mereka berjalan melewati koridor kelas, kemudian mereka berpapasan dengan Radit dan Anggita. “Hei, kalian sedang—ups,” kata Anna dan Ray. “Anna, ayo kita jalan – jalan,” kata Anggita. Radit membuat isyarat agar aku ikut dengannya. “Er—bye..” kata Ray. Anna dan Anggita berjalan pergi. “Jadi, baru jadian?” tanya Radit. “Ya… semacam itu, deeh!” kata Ray. “Hmm, gitu ya…” kata Radit. “Gimana kamu sama Anggita. “Ya… gitu deh!” kata Radit.
Mereka berjalan menuju ujung koridor. “Ehm, aku mau pergi dulu, ya, dah!” kata Ray, kemudian dia berlari, dan bertemu di jalan dengan There. “WOW!” kata There. “Eh, maaf, aku gak sengaja, aku—“ kata Ray, tapi There bilang, “Gak apa – apa,” kemudian mereka berdua berlari ke arah yang berbeda. Ternyata, Ray mengejar Gorry. “GORRY!” kata Ray. Tapi, panggilan itu tidak dijawab, karena Gorry sedang dalam masalah besar.
BERSAMBUNG