Episode 3: “Ketika Joe Datang Lagi”
Dia berjalan masuk. Kakinya diseret. Beberapa anak tertawa, beberapa tidak. Akhirnya, dia duduk di meja guru. “Selamat… Pagi, ya sekarang?” tanyanya. Semua mengangguk. “Kalian wayang golek?” tanyanya. Semua menggeleng. “Ya udah, jawab doong!” katanya. “TIDAK,” kata kami serempak. Ya sudah. Kita mulai pelajaran. Nama saya Yoga, kalian bisa panggil saya Yoga. Sekarang kita mau muali pelajaran. Bla, bla, bla, bla…” Pak Yoga mengoceh terus. Beberapa perkataannya membuat kami tertawa, beberapa lagi membuat kami terdiam. Dia adalah guru yang dapat mengejek, bukan melucu. Tapi, semua orang bilang dia pandai melucu. Satu hal yang kita berbeda dari guru lain: dia membebaskan kami. Kami diberi kebebasan untuk melakukan apa saja. Bahkan, Ray kini berpindah tempat ke tempat Tito, bertemu Gorry. “Kadaang menyenangkan, ya.” Ray kemudian melihat ke arah kertas di meja Gorry. “I love… Jose?” tanya Ray. Gorry melihatnya, kemudian berkata, “Ssst!” katanya . “Ooowh,” Ray pura – pura mengunci mulutnya. “Eh, kenapa gak nembak aja sekalian?” tanya Ray. “IIh lu gila apa?” tanya Gorry. “Hmm, gimana, ya?? Gak, kok.” Ray melihat jam. Ah, masih lama, katanya dalam hati. “Kenapa gak nembak?” tanya Ray lagi. “Begini, ya,” Gorry menjelaskan. “Kita itu baru aja masuk, naaah, lu udah suruh gue nembak lagi?? Sinting kali yee?” tanya Gorry.
“Ya… bisa aja… lagi pula, kan kayak kamu waktu sama si Tika…” kata Ray. “Eh, please deh. Jangan diinget lagi yang itu…” kata Gorry. “Oh, iya. Pengalaman buruk dalam bercinta. Cirri – cirinya kamu. Selalu dipatahin hatinya. Wkwkwkwk, kasihan…” kata Ray. Gorry memberi muka dingin. “Hei, aku gak kepanasan, jadi jangan masang muka dingin kayak gitu, doong!” kata Ray. “Ugh!” kata Gorry.
“CUKUP! KEMBALI KE TEMPAT!” kata Pak Yoga tiba – tiba. Ray kembali ke tempatnya. “Daah!” kata Pak Yoga, kemudian pergi. “Freak,” gumam Ray. Kemudian, mereka melanjutkan beberapa pelajaran, dan beristirahat. Saat keluar dari kelas, ada keributan.
Amy bertengkar dengan Anda. “Eh! Kalau jalan liat – liat!” kata Anda. “Ya maaf atuuh…” kata Amy. “Jalan teh pake pantat, ya?” tanya Anda. “Eh! Kamu teh kalau ngomong yang bener atuh!” bantah Amy. “Gimana mau ngomong yang bener? Orang kamunya aja nyebelin!” kata Anda. “Ih! Kamu teh!” kata Amy. “Tau, gak? Kamu ngingetin aku sama Joe waktu dulu. Sekarang, siih… dia udah pergi!” kata Anda. “Pergi? Meninggal?” tanya Amy. “Gak, pindah! Kamu kenal sama Joe?” tanya Anda. “Gak,” kata Amy gugup. Kemudian, datang Joe, tertatih – tatih. “JOE?” teriak Ray.
Joe tertatih – tatih, kemudian dia terjatuh. “Astaga, mengulang masa lalu,” kata Gorry. “Kamu kenal Joe?” tanya Anda. “Iya, dulu dia temen lesku,” kata Gorry. Anda melihat Gorry. “Kamu murid baru?” tanya Anda. “Gak, kok.” Gorry menelan ludah.
BERSAMBUNG
No comments:
Post a Comment