Episode 2 : “All About Us”
Bola tersebut mengenai muka Gorry. “Owh… sakit deh, kayaknya…” kata Ray. “Aw…” kata Gorry. “Tuh, kan… nasibmu apes banget hari ini…” kata Ray. “Iya deh terserah” jawab Gorry masam. “Sabar, ya. Orang sabar disayang Tuhan,” kata Ray. “Ngejek?” tanya Gorry. “Gak.” Ray kemudian berjalan menjauhi Gorry. Gorry melihat ke arah Anna, Rayli, Jose, dan Tina yang sedang bermain basket. “DAAR!” teriak Ray mengagetkan Gorry. Gorry terlompat, dan, Ray tertawa. “Maaf, gak bermaksud… ayolah.. sudah mau bel!” kata Ray, kemudian, saat dia jalan, Andy berada di depannya. “Oh, Andy… Emm, dah!” kata Ray sambil menarik Gorry. Andy melirik kearahnya, dan pergi menjauh. “Ray, apaan siih?” tanya Gorry. “Gini, aku mau tanya. Kamu lagi ngeliatin si Jose, ya?” tanya Ray. “Er-“ jawab Gorry. “NGAKU!” teriak Ray. “Oke, deh, iya!” kata Gorry. “Aha! Aku pintar!” kata Ray. “Well, baru ajaaa, masuk udah suka sukaan… kenapa gak sekalian jadian?” tanya Ray. “Apa, siih?” tanya Gorry. “Gak kenapa – keNAPA!” kata Ray. Anna menabraknya lagi. “Eh, pikiranmu itu melayang ke mana sih, An?” tanya Ray. “Gak, kok. Gak kenapa – kenapa.” Anna kemudian berjalan pergi. “A-N-E-H” kata Ray. “Sama kayak kamu…” kata Gorry sambil pergi. Ray memasang muka dingin. “Terus, kenapa kalau aku aneh? Masalah?” tanya Ray. “Gak-AWAAS!” teriak Gorry. Ray yang berjalan mundur menabrak seorang cowo. “Eh---siah!” kata cowo itu. “Eh-“ kata Ray. “Duh, makanan gue jadi tumpah…” katanya. “Landro… maaf..” kata Ray. “Udah, lah. Gak apa – apa!” kata Landro sambil berlalu. “Freak,” kata Ray.
Akhirnya bel berbunyi. Ray dan Gorry berlari menuju kelas, dan duduk di tempatnya masing – masing. Ray duduk dengan Andre, dan Gorry duduk dengan Tito. Guru pertama masuk. Menurut kakak kelas, dia adalah guru paling menjengkelkan. Dia sering mengejek murid. Dan, kini, dia akan mengajar murid – murid untuk pertama kalinya.
BERSAMBUNG
No comments:
Post a Comment